|
Sahabatku, hampir semua orang pasti mengharapkan adanya perubahan dalam hidupnya. Yang miskin ingin menjadi kaya, yang bodoh ingin menjadi pintar, yang sakit ingin segera sembuh, yang unhappy ingin hidupnya menjadi bahagia dan sejahtera. Suatu hari, pasti kita pernah memimpikan itu. Kita juga ingin memiliki akhlak yang mulia, dan dapat menikmati kehidupan yang sukses. Berbagai cara pun telah dilakukannya. Namun, sering pula godaan menerpa bahwa itu semua terasa sangat sulit. Bahkan Anda katakan tidak mungkin, atau Anda merasa tidak memiliki potensi ke arah itu, sehingga tetap saja kehidupan Anda tidak berubah, masih tetap seperti semula.
Walau terkadang keringat dan air mata sudah bercucuran tetapi yang ditemui hanyalah kegagalan, kesengsaraan dan penderitaan. Kata-kata sukses yang diharapkan bukannya mendekat, malah semakin menjauh. Mengapa nasib tidak juga berubah? Apakah ada yang salah dalam cara berdoa dan menggapai sukses? Atau, apakah memang dirinya yang tidak mau mengubah nasibnya sendiri? Padahal dengan jelas allah, tuhan yang maha esa telah memberikan rambu-rambu, mengingatkan kita bahwa allah tidak akan membebani seseorang di luar kemampuannya, melainkan menurut kesanggupannya. Dan nasib manusia tidak akan berubah jika manusia itu sendiri tidak mau mengubahnya.
Kegagalan atau keberhasilan tidak harus tergantung pada orang lain, tetapi terletak pada usaha sendiri. Tanamkan pada diri Anda bahwa sukses tidaklah diskriminatif. Sukses bukan hanya milik orang super, Anda juga punya hak untuk menjadi orang hebat. Walaupun sukses adalah peluang, namun sifatnya sangat selektif, sehingga tidak akan datang menghampiri setiap orang. Hanya orang-orang yang telah memenuhi syarat yang dapat meraih sukses. Sukses dunia dan sukses akhirat adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Satu sama lain bagaikan sisi mata uang, menjadi tidak bermakna apabila salah satu sisinya hilang. Sukses tidak hanya ditentukan oleh ukuran pemikiran dan kuatnya cita-cita, namun sukses juga sangat ditentukan oleh ukuran dari keyakinan Anda untuk mau berubah meraih kemenangan. Yakin bahwa Anda pun bisa meraih sukses. Semua ini Anda niatkan untuk bisa membantu orang lain, dan membahagiakan orang-orang yang Anda cintai.
Terlebih ketika dunia usaha dihadapkan pada ketidakpastian (turbulence and ancertainty) dan bentuk persaingan bisnis yang kian hari semakin meningkat, maka mengAndalkan keakuratan data yang precicion, comparable dan valid benar-benar harus diperhatikan. Walaupun sistem informasi manajemen dan teknologi, serta infrastruktur yang dimiliki perusahaan sudah sangat hAndal, namun kebutuhkan sdm yang tidak biasa-biasa saja, baik ditinjau dari sisi hati, pengetahuan, maupun keahliannya, juga sudah harus mulai diperhitungkan. Setiap institusi memerlukan sdm yang berkualitas unggul, yang sering disebut dengan insan kamil sebagai pengelolanya, yaitu manusia yang kokoh dalam akidah dan keimanannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, pAndai bersyukur dan rendah hatinya, banyak amalnya, serta efektif dan efisien dalam berpikir dan berkarya, yang dalam istilah populer sering disebut dengan great.
Menurut prof. Gay hendrick, dr. Kate ludeman, patricia aburdane, stephen r.covey, anthony robbins, dale carnegie, danah zohar, daniel goleman, dan banyak pembicara lain kelas dunia, menyatakan bahwa perusahaan yang hanya mengejar materi atau keuntungan semata, dan mengabaikan spiritualisme pembangunan sdm, akan tumbang di tengah jalan. Sedangkan perusahaan yang sukses pada abad 21 adalah perusahaan yang berbasis pada nilai-nilai luhur “kecerdasan dan kesadaran spiritual,” yaitu integritas, berani, loyal, murah hati, jujur, setia dan saling mencinta, santun, tulus dan ikhlas, menjunjung tinggi kemuliaan dan kehormatan.
Dobrak penghambat sukses Anda!
|